Skip to main content

TERBARU

Ingin Pindah Homebase ke PTS/PTN Baru? Begini Caranya!

Senin, 18 Maret 2019, saya menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian sebagai dosen di PTS lama tempat saya mengajar selama lebih kurang enam tahun. Sejak saat itu pula saya resmi tidak lagi menjadi bagian dari sivitas akademika kampus tersebut.
Pemberhentian saya sebagai dosen di kampus swasta tertua di Aceh itu bukan tanpa alasan. Saya diberhentikan dengan hormat sebab telah lulus sebagai CPNS di kampus negeri sebagai dosen juga tentunya.
Setelah menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian, saya diarahkan oleh pihak kampus untuk mengambil surat rekomendasi perpindahan homebase di LLDIKTI XIII. Hari itu juga saya menuju ke lembaga yang dulunya dikenal dengan Kopertis 13. Tujuannya, mengurus surat rekomendasi pindah homebase.
Saya berinisiatif untuk mengurus surat rekomendasi segera mengingat lamanya proses pengurusan dan jauhnya PTN tempat saya lulus dengan kampus tempat saya mengajar dulu dan dengan LLDIKTI XIII. PTN tempat saya lulus dengan LLDIKTI XIII di Banda Aceh jar…

Google Adsense, Benarkah Cara Instan Mendapatkan Uang?

Sumber: ppcprotect.com
Sebelum membaca tulisan ini, saya anjurkan pada rekan semua untuk membaca dua tulisan saya sebelumnya: “Google Adsense, Tak Seindah yang Kubayangkan” dan Cara Saya 'Merayu' Google Adsense sebab tulisan saya ini berkaitan dengan kedua tulisan tersebut. 

Jangan lupa klik subscribe juga ya. Letaknya ada di pojok kanan atas. Terima kasih![]

Pada 6 Mei 2018, akun Google Adsense (GA) saya disetujui sepenuhnya. Kabar gembira itu saya terima melalui surel yang langsung dikirim pihak GA. Itu artinya, saya sepenuhnya menjadi mitra GA dalam menampilkan iklan mereka di blog saya.

Sungguh bahagia tak terhingga setelah membaca kabar itu. Tidak lupa saya juga mengabarinya kepada istri saya yang selama ini terus menyemangati saya. Bagaimana tidak bahagia, usaha saya sejak 2013 untuk menjadi mitra GA pun terwujud. Wow, menjadi mitra GA, perusahaan internet raksasa di dunia, merupakan sesuatu yang luar biasa bagi saya sebab setahu saya tidak semua orang mendapatkan kesempatan langka ini. 

Setelah mendapat akses penuh terhadap Adsense, segera saya memasang iklan Google Adsense di blog. Simsalabim, muncullah iklan GA di blog saya. Wah, bahagianya bukan kepalang. Saya tatap iklan GA yang melayang-layang itu lama-lama di blog saya. Sesekali saya refresh blog saya untuk melihat kembali iklan Adsense itu. Kadang-kadang tautan blog saya kirimkan ke WhatsApp teman saya, lalu meminta ia melihat iklan di blog saya dengan menyertakan pesan “Lihat, alhamdulillah saya berhasil dapat akun GA, tapi jangan diklik ya, nanti saya bisa di-suspend.” “Alhamdulillah,” begitulah terucap dari dalam hati saya setelah akun GA saya disetujui. 

Bagaimana dengan Anda? Kalau sekiranya suatu saat permohonan akun GA Anda disetujui atau mungkin saja sudah disetujui, Anda patut bersyukur. Bila ada kemudahan, traktirlah teman-teman dengan semangkok bakso atau dua kantong keresek pisang goreng. Namun, ingat, jangan berutang untuk merayakannya, apalagi dengan berjanji pada si peminjam bahwa Anda akan mengembalikannya setelah ditransfer uang oleh pihak Google, yaitu pendapatan yang Anda peroleh dari pemasangan iklan Adsense di blog Anda.

Mengapa saya mengatakan demikian? Dulu sebelum berhasil mendapatkan GA saya selalu menghayal akan menerima bayaran setiap bulan dari Google atas jumlah klik iklan Adsense yang terpasang di blog saya. Wah, pajôh mangat. Bila saya mendapatkan kiriman dari GA setiap bulan, saya tidak perlu lagi khawatir kalau tiba-tiba tempat saya bekerja membayar telat gaji saya atau tiba-tiba tempat kerja saya itu kolaps, saya punya cadangan pemasukan dari Google. Wah, indahnya!

Namun, semua itu tidaklah seindah yang saya bayangkan. Sampai tulisan ini saya buat, saya sama sekali belum menerima kiriman fulus dari GA. Mimpi saya ketika itu menerima kiriman dari GA setiap bulan sirna begitu. Bahkan, sampai saya diberhentikan dari tempat saya bekerja pada Maret 2018 sebab telah lulus CPNS, pemasukan GA tidak dapat saya andalkan. Nihil! Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

Mengapa demikian? Dalam hal ini bukan GA yang salah. Kesalahan itu sepenuhnya dari saya karena ternyata terpasangnya iklan GA di blog harus diikuti dengan usaha yang ekstra giat lagi dari kita selaku pemiliknya untuk meningkatkan jumlah pengunjung di blog. Ups, tapi ingat, jangan sengaja menyuruh mereka meng-klik iklan itu. Bahaya kalau ketahuan Google.

Selain itu, ada sejumlah aturan dari GA yang wajib diikuti sehingga kita tidak dapat serta-merta mendapatkan uang setiap bulan. Apa saja? Berikut ini saya rincikan satu per satu.

Pertama, kita sendiri tidak boleh mengklik iklan itu untuk menambah pemasukan GA. Itu pelanggaran namanya. Pihak GA menganggap itu sebagai kecurangan. Saya sendiri tidak pernah mengklik iklan GA itu, hanya bisa menatapnya saja sambil sesekali mengedipkan mata karena perihnya paparan cahaya layar laptop. Kalau bisa di-klik sendiri, enak ya, kita bisa dapat pemasukan yang banyak. Kalau tetap dilakukan, awas, akun GA bisa di-banned sehingga kita tidak bisa lagi mengakses akun GA. Itu juga berarti kemitraan kita dengan GA menjadi batal.

Bukan hanya itu, kita tidak boleh membuat suatu instruksi atau yang sejenisnya yang mengarahkan pengunjung untuk mengklik iklan Adsense kita. Nah, ini juga curang dan imbasnya akun GA bisa di-banned juga. Mau tidak mau, ya kita harus menunggu saja iklan di-klik jika pengunjung tertarik. Ini mirip dengan berjualan kalau di kehidupan nyata. Kita tidak boleh memaksakan pembeli untuk membeli barang dagangan kita. Kalau dia beli, alhamdulillah. Kalau tidak, ya sudah. 

Ini yang membuat pemasukan GA kita minus walaupun sudah memiliki akun GA. Apalagi kalau blognya sepi pengunjung, bisa tidak ada pemasukan kita dari GA. Nah, itu artinya kita harus bersungguh-sungguh meningkatkan pengunjung. Caranya adalah dengan mem-posting tulisan, lalu membagikan ke media sosial. Parahnya lagi, setelah tulisan dibagikan ke media sosial, pengunjung tidak tertarik dengan tulisan kita atau mungkin saja tertarik, tetapi emoh meng-klik iklan Adsense yang bertengger di bawah atau di atas postingan. Nah, ujung-ujungnya kita juga minus pemasukan GA.

Lebih menyedihkan lagi bila tulisan kita dibuka dengan peramban Opera Mini yang memang memblokir iklan dari suatu laman. Lagi-lagi kita tidak bisa mendapatkan pemasukan GA karena iklan tidak terlihat alias blank. Kasus yang sama jika akun itu dibuka dengan Google Chrome, Mozilla, atau peramban lain yang dipasang ekstensi pemblokir iklan. Wah, makin bertubi-tubi nihil pemasukan sehingga kas di akun GA tetap nol rupiah.

Kedua, rendahnya bayaran untuk setiap klik (PPC). Kalau sudah terpasang iklan Adsense, kita akan dibayar berdasarkan jumlah klik pada setiap iklan. Ini dikenal dengan istilah pay per click. Setiap iklan yang di-klik oleh pengunjung bayarannya bervariasi. Namun, jangan bayangkan bayaran tinggi untuk setiap iklan yang di-klik oleh pengunjung blog. Jangan pernah membayangkan bayarannya Rp20 ribu per klik, 100 ribu, apalagi di atas itu. Tidak, sekali-kali tidak.

Pengalaman saya, setiap iklan yang di-klik pengunjung ada yang dibayar Rp400, Rp1, Rp144, malah baru-baru ini untuk salah satu iklan yang di-klik pengunjung di blog saya, saya dibayar hanya 0,19 rupiah. Namun, ya alhamdulillah. Terima kasih saya ucapkan untuk pengunjung yang entah siapa namanya. Sangat sedikit bayarannya bukan? Karena itu, kita harus berlomba-lomba meningkatkan jumlah pengunjung ke blog untuk mendapatkan kemungkinan klik iklan Adsense yang besar. Kalau hanya satu pengunjung sebulan, lalu meng-klik iklan yang bayarannya 0,19 rupiah, siap-siap saja Anda mendapatkan bayaran dari Google setahun kemudian, mungkin lebih, atau malah sampai kiamat tidak kunjung dibayar.

Mengapa demikian? Itu karena Google menentukan membayar pemilik blog jika telah mencapai angka minimal, yaitu Rp1.300.000 ribu. Selama masih belum mencapai angka itu, pihak GA tidak membayar. Dengan kata lain, hitungan bayaran iklan oleh pihak GA bukan berdasarkan bulan, melainkan berdasarkan capaian minimal yang ditentukan GA seperti yang saya sebutkan di atas. Bayangkan kalau iklan Anda dalam sebulan atau lima bulan hanya di-klik oleh 2 orang, apakah Anda akan dibayar? Silakan simpulkan sendiri, ya. Jujur, sampai dengan hari ini, Minggu, 17 Maret 2018, saya belum mendapatkan bayaran dari GA akibat belum mencapai angka minimal yang ditentukan GA.

Ketiga, kekhawatiran pengunjung. Banyak pengunjung khawatir iklan yang akan mereka klik bervirus, padahal tidak demikian. Iklan GA, menurut saya, aman dari virus, kecuali iklan pop up tertentu yang bukan dari GA. Sebenarnya, ketika kita klik iklan GA, seperti iklan mobil, kita akan dibawa ke laman iklan mobil itu dan 100 persen aman dari virus. Yang bervirus itu kalau kita membuka situs-situs terlarang. Namanya saja terlarang, pasti banyak mudharat-nya. Berani coba?

Lantas, bagaimana caranya agar pendapatan GA meningkat? Untuk ini saya menyarankan kepada Anda mempelajarinya melalui blog-blog lain yang sudah mahir dalam bidang itu. Saya sendiri masih harus banyak belajar. Kalau belajar dari pengalaman saya, untuk meningkatkan pendapatan di blog, pemiliknya harus meningkatkan jumlah pengunjung. Kalau selama sehari ada pengunjung 200 orang, kemudian 100 orang mengklik iklan GA Anda, insya Allah selama sebulan akan tercapai angka minimal yang ditentukan Google.

Lantas, berapa jumlah pengunjung blog saya? Hmm, belum banyak. Sehari kadang-kadang 50 viewer, kadang-kadang sepi layaknya kuburan, kadang-kadang lebih dari 100 viewer.

+++++

Melalui tulisan ini saya hanya mengingatkan bahwa untuk “memanen” pendapatan dari GA, kita tetap harus bertungkus lumus seperti dalam kehidupan nyata. Silakan berangan-angan setinggi-tingginya, tetapi jangan lupakan rumput di bumi. Kalau tidak begitu, Anda bisa stres dan shock.

Tulisan ini pun saya buat untuk membantu Anda agar tidak shock karena tahu bahwa yang dibayangkan tidak seindah kenyataan. Paling tidak melalui tulisan ini Anda tahu bahwa pendapatan dari GA tidak instan. Anda harus bekerja keras "banting jari" untuk mendapatkannya.

Sekian tulisan saya. Selamat mencoba, semoga sukses.[]
Artikel Terkait

Comments

Popular Posts