Skip to main content

TERBARU

Ingin Pindah Homebase ke PTS/PTN Baru? Begini Caranya!

Senin, 18 Maret 2019, saya menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian sebagai dosen di PTS lama tempat saya mengajar selama lebih kurang enam tahun. Sejak saat itu pula saya resmi tidak lagi menjadi bagian dari sivitas akademika kampus tersebut.
Pemberhentian saya sebagai dosen di kampus swasta tertua di Aceh itu bukan tanpa alasan. Saya diberhentikan dengan hormat sebab telah lulus sebagai CPNS di kampus negeri sebagai dosen juga tentunya.
Setelah menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian, saya diarahkan oleh pihak kampus untuk mengambil surat rekomendasi perpindahan homebase di LLDIKTI XIII. Hari itu juga saya menuju ke lembaga yang dulunya dikenal dengan Kopertis 13. Tujuannya, mengurus surat rekomendasi pindah homebase.
Saya berinisiatif untuk mengurus surat rekomendasi segera mengingat lamanya proses pengurusan dan jauhnya PTN tempat saya lulus dengan kampus tempat saya mengajar dulu dan dengan LLDIKTI XIII. PTN tempat saya lulus dengan LLDIKTI XIII di Banda Aceh jar…

Anda Penderita Mag? Ayo Ngopi!

Sumber: https://post307.wordpress.com/
Ngopi itu menyenangkan bagi sebagian orang. Sehari saja tanpa ngopi rutinitas apa pun dan sepadat apa pun terasa belum lengkap. Kopi terasa makin lezat manakala ditemani sahabat-sahabat terdekat. Apalagi ngopi sambil ditemani kue basah, semakin bertubi-tubilah kenikmatan itu.

Namun, kenikmatan seperti itu tidak dapat dinikmati oleh penderita mag sebab ngopi membuat magnya kambuh akibat komponen kafein pada kopi. Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa kafein pada kopi memiliki potensi untuk meningkatkan produksi asam lambung.

Namun, jangan cepat berkecil hati. Mari ngopi, nikmatilah kelezatannya. Namun, sebelum itu, sebaiknya baca dulu beberapa catatan berikut ini yang saya kutip dari klikdokter.com.


1. Batasi Jumlahnya

Penderita mag masih bisa menikmati kopi, tetapi batasi jumlahnya. Kalau biasanya sehari sampai 3 gelas, kurangi. Lantas, apa yang dimaksud dengan kurangi? Dikutip dari klikdokter.com, para pakar dari Michigan State University menganjurkan untuk mengurangi jumlah asupan kopi yang Anda konsumsi menjadi setengahnya. Artinya, jika sehari Anda minum segelas, kurangi saja jadi setengahnya. Menurut saya, tidak masalah dikurangi asalkan kopi masih bisa dinikmati. Pengurangan kopi dapat membantu mengurangi gejala mag yang timbul.

Namun, Anda, dengan sensitivitas yang sangat tinggi terhadap asam serta komponen kafein, berhenti mengonsumsi kopi untuk sementara waktu adalah langkah yang paling tepat. Pesan saja milo, teh hangat, atau nutrisari. Jangan lupa pakai es agar dahaga hilang.

2. Kopi yang Tepat

Yang dimaksud dengan kopi yang tepat di sini adalah kadar keasaman kopi. Jika Anda pencinta kopi, saya yakin Anda pasti tahulah bahwa minuman yang satu ini memiliki kadar keasaman yang berbeda-beda –tergantung dengan jenis biji kopi yang digunakan. Kopi arabika, misalnya, memiliki kadar keasaman dalam satu bijinya sebesar 6,5% dari total senyawa yang ada. Lalu, robusta kadar keasamannya lebih tinggi, yaitu sebesar 10% dari dari total senyawa yang ada dalam setiap biji. Ada juga liberika yang kadar keasamannya lebih rendah, yaitu 4,7%.
Dari ketiga jenis kopi tersebut, liberika lebih aman untuk penderita mag. Dikutip dari kopimat.com, liberika agak sulit didapat. Alasannya, di antaranya karena kesulitan penanganan setelah panen seperti penyusutan buah.

Sebenarnya, bukan hanya liberika yang aman bagi penderita mag penyuka kopi. arabica gold atau java arabica juga sangat cocok dan disarankan bagi mereka penderita mag, tetapi penyuka kopi.

Intinya, semakin gelap biji kopinya, akan semakin rendah kadar keasamannya. Umumnya, biji kopi Sumatera dan Meksiko dianggap memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dibanding yang lainnya. Silakan dicoba.

3. Temani dengan Makanan

Jangan lupa, ngopi sambil makan kue. Di samping menikmati lezatnya kopi, paling tidak kita telah beramal dengan membantu ekonomi masyarakat. Dikutip dari klikdokter.com, beberapa penelitian menunjukkan, ngopi bersamaan dengan
Foto Safriandi A. Rosmanuddin
makanan dapat menurunkan risiko timbulnya keluhan mag, dibandingkan ngopi saat perut kosong. Maka, kopi dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan makanan ringan berupa roti atau kue. Apalagi kue ketan berlapis srikaya dimakan dengan ditemani kopi, wah makin nikmatlah pokoknya. 


4. Minum Air Putih

Secangkir kopi memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Kandungan asam ini bisa membuat lapisan lambung menjadi iritasi. Ketika Anda mengonsumsi kopu, tubuh akan menghasilkan sejumlah asam klorida (HCI). Hal ini semakin diperburuk jika perut dalam keadaan kosong. Jika dibiarkan, nantinya asam lambung akan menurun dan menimbulkan masalah pencernaan, kekurangan mineral, dan lainnya. Untuk menghindarinya minumlah segelas air putih sebelum menyeduh kopi (detikcom).

Jadi, bagi penggemar kopi dengan keluhan mag, berhenti mengonsumsi kopi bukanlah satu-satunya jalan keluar. Dengan menerapkan cara di atas, Anda masih dapat menikmati kopi tanpa perlu mengalami rasa tidak nyaman akibat gejala mag.


Ngopi? Yok mari!
Artikel Terkait

Comments

Popular Posts