Skip to main content

TERBARU

Ingin Pindah Homebase ke PTS/PTN Baru? Begini Caranya!

Senin, 18 Maret 2019, saya menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian sebagai dosen di PTS lama tempat saya mengajar selama lebih kurang enam tahun. Sejak saat itu pula saya resmi tidak lagi menjadi bagian dari sivitas akademika kampus tersebut.
Pemberhentian saya sebagai dosen di kampus swasta tertua di Aceh itu bukan tanpa alasan. Saya diberhentikan dengan hormat sebab telah lulus sebagai CPNS di kampus negeri sebagai dosen juga tentunya.
Setelah menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian, saya diarahkan oleh pihak kampus untuk mengambil surat rekomendasi perpindahan homebase di LLDIKTI XIII. Hari itu juga saya menuju ke lembaga yang dulunya dikenal dengan Kopertis 13. Tujuannya, mengurus surat rekomendasi pindah homebase.
Saya berinisiatif untuk mengurus surat rekomendasi segera mengingat lamanya proses pengurusan dan jauhnya PTN tempat saya lulus dengan kampus tempat saya mengajar dulu dan dengan LLDIKTI XIII. PTN tempat saya lulus dengan LLDIKTI XIII di Banda Aceh jar…

Kopi, Benarkah Penyebab Mag?


Saya kira mag (gastiris) bukan lagi penyakit asing bagi masyarakat (dunia). Mungkin saban hari ada saja orang yang mengalami penyakit ini, ada yang baru sekadar gejala, ada yang sedang mengalami, ada yang taraf rendah sampai taraf kronis hingga berujung kematian.

Di seluruh dunia penyakit mag diderita oleh 1,8―2,1 juta orang setiap tahun (tirto.id). Menurut catatan WHO (2007), banyak negara mendapatkan persentase angka kejadian penyakit mag yang besar. Inggris misalnya, sebanyak 22 persen masyarakatnya menderita penyakit ini, sementara itu di China tingkat kejadian penyakit ini sebanyak 31 persen, Jepang 14,5 persen, Kanada 35 persen, dan Perancis 29,5 persen.

Di Indonesia, gastritis diderita kurang lebih 40,8 persen masyarakat (tirto.id). Wow, angka yang sangat fantastis bukan? Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, kejadian gastritis di beberapa kota Indonesia bisa dikatakan cukup tinggi. Di Kota Medan misalnya, angka kejadian gastritis mencapai 91,6 persen, disusul Jakarta 50 persen, Denpasar 46 persen, Bandung 35,3 persen, Palembang 32,5 persen, Aceh 31,7 persen, Surabaya 31,2 persen, dan 31,2 persen di Pontianak.

Berdasarkan persentase itu, dapat dikatakan bahwa mag menjadi momok yang sangat menakutkan. Ia menggerogoti penderitanya secara pelan, tetapi pasti. Jika tak acuh, siap-siap menghadapi mag kronis dan akhirnya tinggal menunggu ajal.

Kata dokter, mag terjadi akibat meningkatnya asam lambung. Lapisan pertahanan lambung yang mencegah lambung kontak langsung dengan asam lambung dapat menjadi rusak bilamana produksinya berlebihan. Bila terpapar terus menerus dengan asam, lapisan mukosa lambung dapat berubah menjadi tukak/ulkus (luka pada mukosa/lapisan lambung) (klikdokter.com).

Penyebab sakit mag dapat bermacam-macam, seperti pola makan yang tidak teratur, makan makanan yang mengandung minyak dan berlemak, obat-obatan tertentu, alkohol, kopi, dan stres. Selain itu, terdapat mikroorganisme yang disebut bakteri helycobacter pylori. Bakteri ini merupakan penyebab utama terjadinya tukak/ulkus lambung.

Kopi, benarkah penyebab mag?

Kopi salah satu faktor penyebab mag. Ini karena kandungan kafein dalam kopi yang dapat meningkatkan produksi asam lambung. Asam lambung yang berlebihan dapat mengiritasi permukaan mukosa lambung sehingga menyebabkan peradangan pada lambung. Hal ini semakin diperburuk jika perut dalam keadaan kosong. Bagi penderita yang memang sudah memiliki luka/tukak lambung, kopi dapat memperburuk gejala mag.

Secara rinci, alasan kopi dapat menyebabkan sakit mag adalah sebagai berikut.
1. Zat asam yang terkandung dalam kopi sangat tinggi sehingga merangsang produksi asam lambung yang berlebihan.

2. Kafein yang terkandung dalam kopi meningkatkan hormon stres, yaitu kortisol, epinefrin (dikenal dengan adrenalin), dan norepinefrin. Hormon ini berpengaruh dalam peningkatan denyut jantung dan tekanan darah sehingga aliran darah berkurang ke sistem pencernaan dan memperlambat proses penghancuran makanan, di mana mukosa lambung akan terpapar lebih lama dengan asam lambung.

3. Peningkatan hormon stres yang disebabkan oleh kafein, bila terjadi terus-menerus (kronis), dapat menekan sistem imunitas tubuh sehingga bakteri Helicobacter pylori mudah berkembang dan menyerang mukosa lambung, yang kemudian akan menyebabkan ulkus/tukak pada lambung.

Bagi penderita yang sudah memiliki sakit mag atau bahkan luka/tukak pada lambung, sebaiknya hindari minum kopi karena akan memperburuk kondisi kesehatan lambung walaupun sebenarnya berhenti minum kopi bukan berarti Anda akan sembuh dari penyakit mag.

Untuk menghindari naiknya asam lambung setelah minum kopi, saya menyarankan sebaiknya terlebih dahulu minumlah segelas air putih dan tentunya jangan lupa makan dulu.

Sebenarnya, banyak faktor penyebab sakit mag seperti yang disebutkan di atas. Dengan mengurangi faktor-faktor tersebut, semoga dapat membantu proses penyembuhan penyakit mag.[]
Artikel Terkait

Comments

Popular Posts