Skip to main content

TERBARU

Ingin Pindah Homebase ke PTS/PTN Baru? Begini Caranya!

Senin, 18 Maret 2019, saya menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian sebagai dosen di PTS lama tempat saya mengajar selama lebih kurang enam tahun. Sejak saat itu pula saya resmi tidak lagi menjadi bagian dari sivitas akademika kampus tersebut.
Pemberhentian saya sebagai dosen di kampus swasta tertua di Aceh itu bukan tanpa alasan. Saya diberhentikan dengan hormat sebab telah lulus sebagai CPNS di kampus negeri sebagai dosen juga tentunya.
Setelah menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian, saya diarahkan oleh pihak kampus untuk mengambil surat rekomendasi perpindahan homebase di LLDIKTI XIII. Hari itu juga saya menuju ke lembaga yang dulunya dikenal dengan Kopertis 13. Tujuannya, mengurus surat rekomendasi pindah homebase.
Saya berinisiatif untuk mengurus surat rekomendasi segera mengingat lamanya proses pengurusan dan jauhnya PTN tempat saya lulus dengan kampus tempat saya mengajar dulu dan dengan LLDIKTI XIII. PTN tempat saya lulus dengan LLDIKTI XIII di Banda Aceh jar…

Telepon Genggam Benarkah Dapat Memicu Kanker?



ilustrasi @ilmumedis.info
Di zaman ini, telepon genggam mutlak diperlukan oleh siapa saja. Kehadirannya di dunia yang serba canggih ini semakin tidak dapat dipisahkan hidup manusia. Lupa membawanya serta, sang empunya rela kembali lagi ke rumah untuk mengambilnya. Lebih parah lagi jika ia hilang. Kegelisahan muncul, seolah bumi hampir kiamat. Begitulah kira-kira.

Susahnya manusia melepaskan diri dari telepon genggam disebabkan oleh besarnya manfaat yang ditimbulkannya. Namun, jika alat komunikasi ini memang berguna, bagaimana benda ini bisa menjadi pemicu kanker?

Dilansir Newsweek yang dikutip dari klikdokter.com, sejumlah pakar kesehatan mengatakan bahwa kebiasaan membawa telepon genggam ke mana-mana adalah tindakan yang buruk. Itu karena kebiasaan tersebut dapat memberikan pengaruh negatif pada kesehatan kejiwaaan atau mental, termasuk kesehatan fisik.

Terkait hal itu, penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 menyatakan bahwa telepon genggam bisa memberikan paparan radiasi yang bersifat karsinogenik.

Dampak dari paparan tersebut adalah berbagai macam jenis kanker, salah satunya kanker otak. Atas dasar ini, WHO merekomendasikan agar Anda mengawasi serta menghindari penggunaan telepon genggam terlalu lama.

Pro kontra telepon genggam picu kanker
Temuan tentang telepon genggam dapat sebabkan kanker tak serta-merta disetujui oleh kalangan lain. Beberapa peneliti lain bahkan mengatakan bahwa telepon genggam memiliki radiasi yang lebih lemah dibandingkan sinar matahari, sehingga tak akan sanggup memicu kanker pada tubuh.

Berdasarkan ilmu fisika dan biologi, ponsel seharusnya tidak menyebabkan kanker. Gelombang radio yang mereka pancarkan adalah "nonionizing," yang berarti mereka tidak merusak DNA manusia seperti sinar ultraviolet atau sinar X.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, para ahli belum dapat memastikan bahwa telepon genggam bisa sebabkan kanker. Kendati demikian, penelitian lanjutan terus dilakukan untuk menemukan fakta sebenarnya. Akankah telepon genggam benar-benar terbukti dapat menyebabkan kanker, atau justru sebaliknya?

Harus tetap waspada

Pew Research Center menyebutkan bahwa 95 persen remaja usia 13–17 tahun sering berurusan dengan smartphone yang mereka miliki. Ini membuat mereka menjadi golongan yang memiliki risiko paling besar untuk terkena dampak buruk yang mungkin timbul akibat perangkat elektronik ini. Oleh karena itu, meski telepon genggam belum terbukti dapat mencetuskan kanker, Anda diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati

“Meski masih belum pasti dan perlu diteliti lebih lanjut, tidak ada salahnya bagi Anda untuk berhati-hati dengan telepon genggam. Kurangi paparan radiasi telepon genggam pada tubuh, baik kepala maupun organ bagian bawah,” ungkap dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Alvin menganjurkan Anda untuk melakukan tips berikut ini, agar efek negatif yang bersembunyi di balik radiasi telepon genggam tidak menyebabkan masalah kesehatan.

(a) Matikan telepon jika tidak dipakai.
(b) Hindari penggunaan telepon terlalu lama atau sering.
(c) Hindari menaruh telepon dalam kantung dalam keadaan mati atau hidup.

Telepon genggam dan spekulasinya sebagai penyebab kanker masih terus diteliti hingga kini. Meski demikian, Anda tetap harus bijak dalam menggunakan alat elektronik ini agar tidak terkena efek negatifnya. Salam sehat!

Artikel Terkait

Comments

Popular Posts