Skip to main content

TERBARU

Anda Penderita Mag? Ayo Ngopi!

Ngopi itu menyenangkan bagi sebagian orang. Sehari saja tanpa ngopi rutinitas apa pun dan sepadat apa pun terasa belum lengkap. Kopi terasa makin lezat manakala ditemani sahabat-sahabat terdekat. Apalagi ngopi sambil ditemani kue basah, semakin bertubi-tubilah kenikmatan itu.

Namun, kenikmatan seperti itu tidak dapat dinikmati oleh penderita mag sebab ngopi membuat magnya kambuh akibat komponen kafein pada kopi. Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa kafein pada kopi memiliki potensi untuk meningkatkan produksi asam lambung.

Namun, jangan cepat berkecil hati. Mari ngopi, nikmatilah kelezatannya. Namun, sebelum itu, sebaiknya baca dulu beberapa catatan berikut ini yang saya kutip dari klikdokter.com.


1. Batasi Jumlahnya
Penderita mag masih bisa menikmati kopi, tetapi batasi jumlahnya. Kalau biasanya sehari sampai 3 gelas, kurangi. Lantas, apa yang dimaksud dengan kurangi? Dikutip dari klikdokter.com, para pakar dari Michigan State University menganjurkan untuk mengurangi jumlah asupan kopi …

Cara Tulis Pesan WhatsApp Tanpa Harus Mengetik

Ilustrasi: elconfidencial.com

Salah satu fungsi WhatsApp adalah mengirim pesan. Awalnya ada dua cara, yaitu merekam, lalu mengirim pesan; mengetiknya, lalu mengirim pesan tersebut. Kini penggunanya semakin dimanjakan dengan kehadiran fitur baru yang mirip dengan aplikasi OK GOOGLE.

Fitur ini menangkap sensor suara dan memindainya menjadi tulisan. Lantas, bagaimana menulis pesan di WhatsApp hanya dengan mengucapkan saja seperti pada OK GOOGLE. Untuk itu, ikuti langkah-langkah berikut.

1. Buka aplikasi WhatsApp.

2. Pilih kontak yang akan diajak berkomunikasi.

3. Ketuk papan teks (keyboard) satu kali, sama seperti jika akan mengetik pesan.

4. Pilih ikon microphone pada papan teks tersebut. Lihat gambar di bawah ini!


5. Setelah memilih ikon microphone, akan muncul microphone seperti yang tampak pada gambar di bawah ini, lalu pilih gambar microphone itu dan mulailah berbicara.

6. Saat berbicara, aplikasi secara otomatis akan memindai suara ke dalam bentuk teks.

7. Saat pesan sudah terketik dengan sempurna, pencet tombol kirim untuk mengirimnya.

Sayangnya, fitur ini tersedia dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan Inggris. Inilah kekurangannya menurut saya. Mungkin ke depan akan tersedia bahasa-bahasa lain seperti Facebook yang menyediakan setingan bahasa Jawa. 

Jadi, jangan gunakan selain kedua bahasa itu karena hanya akan terdeteksi dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Anda mengucapkan kata "keudee", misalnya, kata itu akan dideteksi dalam bahasa Indonesia menjadi "gede" karena kata "keudee" mirip bunyi dengan "gede" dalam bahasa Indonesia.

Kekurangan lain, menurut saya, Anda harus mengirimkan pesan per kata atau per kalimat, tidak dapat mengetikkan beberapa kalimat, lalu mengirimkannya. Ini karena fitur tersebut tidak menyediakan tanda baca, seperti titik atau koma. Jadi, Anda terpaksa harus mengirim pesan per kata atau per kalimat. Cara lainnya, tetapi agak rumit menurut saya, Anda ucapkan dulu semua kalimat, lalu tambahkan tanda baca dengan mengetikkannya.

Selanjutnya, jika ingin mengganti setingan bahasa dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, cukup tekan pilihan yang ada di kiri bawah. Hasilnya, secara otomatis fitur akan menerima suara kita dalam bahasa Inggris.

Perlu diingat, dalam penggunaan aplikasi ini, pastikan kejelasan pengucapan agar aplikasi dapat mendeteksi suara kita dengan tepat.

Meski ada sejumlah kekurangan itu, menurut saya fitur tersebut sangat membantu.

Selamat mencoba! 

Artikel Terkait

Comments

Popular Posts