Skip to main content

TERBARU

Anda Penderita Mag? Ayo Ngopi!

Ngopi itu menyenangkan bagi sebagian orang. Sehari saja tanpa ngopi rutinitas apa pun dan sepadat apa pun terasa belum lengkap. Kopi terasa makin lezat manakala ditemani sahabat-sahabat terdekat. Apalagi ngopi sambil ditemani kue basah, semakin bertubi-tubilah kenikmatan itu.

Namun, kenikmatan seperti itu tidak dapat dinikmati oleh penderita mag sebab ngopi membuat magnya kambuh akibat komponen kafein pada kopi. Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa kafein pada kopi memiliki potensi untuk meningkatkan produksi asam lambung.

Namun, jangan cepat berkecil hati. Mari ngopi, nikmatilah kelezatannya. Namun, sebelum itu, sebaiknya baca dulu beberapa catatan berikut ini yang saya kutip dari klikdokter.com.


1. Batasi Jumlahnya
Penderita mag masih bisa menikmati kopi, tetapi batasi jumlahnya. Kalau biasanya sehari sampai 3 gelas, kurangi. Lantas, apa yang dimaksud dengan kurangi? Dikutip dari klikdokter.com, para pakar dari Michigan State University menganjurkan untuk mengurangi jumlah asupan kopi …

Teumuntuk, Tradisi dari Endatu untuk Para Pengantin Baru

Foto: pinterest

Idulfitri atau Iduladha menjadi ajang silaturahmi, bermaaf-maafan sesama muslim.
Bagi anak-anak, perayaan dua kali dalam setahun ini boleh dikatakan sebagai masa banjir rezeki. Betapa tidak, selain mendapatkan makanan berlimpah, mereka juga diberikan uang oleh pemilik rumah yang mereka kunjungi (sanak famili).

Tak hanya anak-anak, para pengantin baru juga bakal kecipratan rezeki bila berkunjung ke rumah karib kerabatnya. Teumuntuk, itulah tradisi dalam Lebaran yang akan dilakukan oleh para pasangan pengantin baru.

Teumuntuk adalah kosakata bahasa Aceh. Dalam dialek bahasa Aceh tertentu kata tersebut disebut teumeutuk, ada juga yang menyebut seuneumah.

Dilihat dari segi pembentukan kata, teumuntuk tergolong kata dasar, bukan kata berimbuhan. Ini karena tidak ada kata muntuk dalam pertuturan jika bentuk teu dipisahkan (tak digunakan).

Sebagian orang sering menerjemahkan teumuntuk dengan 'salam tempel'. Sebenarnya, penerjemahan seperti ini tidak tepat sebab teumuntuk khusus dipakai untuk para pengantin baru. Adapun 'salam tempel' pemakaiannya ditujukan untuk semua kalangan, termasuk anak-anak. 

Pada teumuntuk, pengantin baru bersilaturahmi ke rumah sanak keluarga dan handai tolan. Saat akan pulang, si pengantin baru diberikan uang. Jumlahnya tergantung pada si pemberi. Tak hanya itu, orang tua si pengantin juga turut memberikan pѐng teumuntuk.

Meski demikian, yang menerima pѐng teumuntuk bukanlah keduanya, melainkan pengantin yang berstatus menantu. Pemberian pѐng teumuntuk ini bersifat vertikal. Artinya, diberikan oleh keluarga dan sanak famili yang usianya lebih tua daripada pengantin. Dengan kata lain, jika keluarga atau kerabat yang dikunjungi usianya lebih muda dari si pengantin, tak ada kewajiban keluarga tersebut memberikan pѐng teumuntuk.

Tradisi teumuntuk tidak berlangsung setiap Lebaran, tetapi hanya saat Lebaran pertama si pengantin baru. Misalnya, bila pengantin baru itu telah melakukan teumuntuk ketika Idulfitri, kepadanya tidak akan diberikan lagi pѐng teumuntuk ketika bersilaturahmi di Iduladha.

Perlu ditegaskan bahwa tidak semua daerah di Aceh ada tradisi ini. Menurut sepengetahuan penulis, salah satu kabupaten yang punya tradisi teumuntuk ketika Lebaran adalah Aceh Barat Daya (Abdya). Di kabupaten ini pun kemungkinan besar tidak semua daerah ada tradisi tersebut.

Sebenarnya teumuntuk bukan hanya ada kala Lebaran. Dalam pesta pernikahan pun tradisi itu juga kerap dilakukan, terutama saat proses peusijuk (tepung tawari). Pelaku teumuntuk dalam pesta perkawinan ini adalah ibu dan bapak pengantin wanita, ibu dan bapak pengantin laki-laki, keluarga pengantin wanita, keluarga pengantin laki-laki, dan perwakilan kerabat atau handai tolan.

Teumuntuk yang dilaksanakan saat peusijuk pengantin bukan tanpa makna.  Menurut sebagian orang tua, teumuntuk berarti perlambang suami istri di dalam menjalankan bahtera hidupnya selalu sama-sama bertanggung jawab di dalam bahtera kemudi rumah tangga.[]

Artikel Terkait

Comments

Popular Posts