Skip to main content

TERBARU

Anda Penderita Mag? Ayo Ngopi!

Ngopi itu menyenangkan bagi sebagian orang. Sehari saja tanpa ngopi rutinitas apa pun dan sepadat apa pun terasa belum lengkap. Kopi terasa makin lezat manakala ditemani sahabat-sahabat terdekat. Apalagi ngopi sambil ditemani kue basah, semakin bertubi-tubilah kenikmatan itu.

Namun, kenikmatan seperti itu tidak dapat dinikmati oleh penderita mag sebab ngopi membuat magnya kambuh akibat komponen kafein pada kopi. Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa kafein pada kopi memiliki potensi untuk meningkatkan produksi asam lambung.

Namun, jangan cepat berkecil hati. Mari ngopi, nikmatilah kelezatannya. Namun, sebelum itu, sebaiknya baca dulu beberapa catatan berikut ini yang saya kutip dari klikdokter.com.


1. Batasi Jumlahnya
Penderita mag masih bisa menikmati kopi, tetapi batasi jumlahnya. Kalau biasanya sehari sampai 3 gelas, kurangi. Lantas, apa yang dimaksud dengan kurangi? Dikutip dari klikdokter.com, para pakar dari Michigan State University menganjurkan untuk mengurangi jumlah asupan kopi …

Orang-Orang Celaka di Bulan Ramadan

Di bulan Ramadan ini banyak orang berpuasa. Dengan penuh keikhlasan, mereka kuat menahan lapar dan dahaga. Segala larangan dalam bulan yang suci ini pun mereka tinggalkan. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan, berharap Allah benar-benar mengampuni dosa mereka.

Sayangnya, di antara orang-orang yang berpuasa, ada hambanya yang meskipun berpuasa, tetapi termasuk ke dalam orang yang celaka. Dalam sebuah hadis sahih dijelaskan, “Sesungguhnya Nabi mengucapkan amin sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdoa. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amin”. Beliau menjawab, “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “Celakalah orang yang menjumpai Ramadan lalu tidak diampuni”.

Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua, ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya, lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amin”.

Inilah jenis orang celaka di bulan Ramadan. Ia berpuasa pontangpanting menahan lapar dan dahaga, tetapi celaka sebab Allah tidak mengampuni dosanya. Celaka pula orang yang berpuasa ketika ia mendengar nama Rasulullulah, tetapi tidak bersalawat kepadanya. Celaka juga orang berpuasa yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga.

Maka, mari perbaiki terus perbaiki diri kita di bulan Ramadan yang tersisa beberapa hari lagi ini agar tidak menjadi orang yang celaka. Manfaat sebaik mungkin sisa-sisa Ramadan ini dengan memohon ampun kepada Allah swt. Semoga setelah Ramadan berlalu, kita menjadi orang yang sesuai dengan harapan Allah, yaitu “mudah-mudahan engkau menjadi orang yang bertakwa.”[]



Artikel Terkait

Comments

Popular Posts