Skip to main content

TERBARU

Rahasia Hidup Sehat Ala Rasulullah [Bagian Pertama]

Rasulullah memiliki pola hidup sehat yang luar biasa sehingga dalam catatan sejarah, seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah sakit dua kali. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Karena pola hidup sehat Rasulullullah yang luar biasa, banyak orang menirunya, seperti aktor laga dunia berkebangsaan Belgia, Jean-Claude Van Damme.
Van Damme seorang aktor yang terkenal karena aksi bela dirinya di setiap film laga. Di usia yang 55 tahun, tubuhnya masih sangat prima. Ini tampak dari setiap gerakan bela diri yang ia bintangi dalam film laganya di saat usianya yang tak muda lagi.
Untuk mencapai kebugaran tubuh, Van Damme ternyata punya cara yang tak terduga. Dalam sebuah isi wawancara, ia mengaku mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad saw. dalam hal pola makan. “Bacalah. Temuan-temuan dari muslim, banyak hal baik (di situ). Nabi Muhammad sangat cerdas,” ungkap Van Dam…

Tentang Mi Instan yang Sebaiknya Anda Tahu


ilustrasi @safetyzone
Hampir bagi semua orang, mi instan menjadi alternatif makanan pelipur lapar. Cara memasaknya yang cepat dan praktis merupakan alasan makanan ini menjadi pilihan utama setiap orang, apalagi di bulan Puasa ini. Cukup panaskan air, masukkan mi, bumbunya, lalu tunggu sekitar 2 menit, abrakadabra, makanan pun siap disantap. Bila ingin variatif, boleh juga menambahkan telur.

Tak terhitung berapa banyak orang mengonsumsi makanan cepat saji ini. Tak terhitung pula, karena telah menjadi rutinitas bertahun-tahun, menyantap mi instan menjadi kebutuhan primer ketika dikejar rutinitas lain yang cukup padat.

Karena menjadi rutinitas layaknya menyantap nasi, tidak dirasakan lagi efek yang kurang baik dari menyantap mi instan. Orang kemudian tidak acuh terhadap efek buruk yang dihasilkan mi instan, padahal pengetahuan tentang itu menjadi modal “investasi kesehatan” jangka panjang. Intinya, karena menjadi rutinitas, menyantap mi instan kemudian menjadi rutinitas yang salah kaprah, yaitu kesalahan yang umum sekali sehingga orang tidak merasakan sebagai kesalahan (KBBI Daring)

Berkaitan dengan salah kaprah, ada beberapa hal yang perlu diketahui kembali mengenai mi instan ini. Penjelasan ini saya bagi menjadi dua, yaitu kekeliruan dilihat dari segi bahasa dan dari segi kesehatan.

Dari segi bahasa

Kekeliruan dari segi bahasa terutama pada penulisan mi. Sebagian orang menulis mi dengan menggunakan huruf /e/, mie. Ini adalah penulisan yang salah/tidak baku. Dalam bahasa Indonesia, penulisan yang baku adalah mi tanpa menggunakan huruf /e/.

Berikutnya adalah penggunaan instan. Instan berarti langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan (tentang mi, sup, kopi, susu bubuk). Secara bahasa, tidak salah menggunakan kata instan untuk mi instan karena kata ini juga ada dalam KBBI dan tidak dilabeli sebagai bentuk tidak baku seperti mie. Namun, sangat sedikit orang yang tahu bahwa selain instan, bahasa Indonesia punya kosakata lain yang juga bermakna sama dengan instan, yaitu dadak.

Penggunaan kata dadak pada mi dadak tampaknya ada kaitannya dengan arti kata dadak itu sendiri, misalnya pada kata dadakan, mendadak, pendadakan, terdadak. Arti dadak pada keempat kata tersebut bermuara pada satu makna, yaitu “perbuatan atau cara yang dilakukan secara tiba-tiba, sekonyong-konyong”.

Kata dadak seperti yang digunakan pada mi dadak juga disandingkan dengan kopi, yaitu kopi dadak. Kopi dadak merupakan padanan dari kopi instan, yaitu bubuk kopi (biasanya dalam bentuk kristal) yang setelah diberi air (baik panas maupun dingin) segera larut sehingga dapat langsung diminum (KBBI Daring)

Dari Segi Kesehatan

Bukan rahasia lagi, banyak penelitian mengungkapkan efek buruk mi instan bagi kesehatan. Ini pun sudah dibahas di berbagai laman, baik berita maupun blog pribadi.

Di antara efek buruk tersebut adalah bahayanya mi instan dimakan beserta dengan nasi. 

Dikutip dari m.bintang.com melalui Halo Dokter, saat makanan yang berkarbohidrat tinggi masuk ke dalam tubuh, makanan tersebut akan dicerna dan menjadi gula atau amilum. Hasil pencernaan itu akan masuk ke pankreas dan diolah menjadi hormon insulin. Semakin banyak karbohidrat, semakin banyak insulin yang diproduksi.

Inilah yang terjadi pada mi instan. Mi instan mengandung karbohidrat dan lemak tinggi, tetapi rendah protein, serat, vitamin, dan mineral. Seperti mi instan, nasi juga mengandung karbohidrat. Jika nasi dan mi instan dimakan bersamaan, kalori akan mengalami peningkatan sekitar 750 kalori. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan hormon insulin.

Peningkatan hormon insulin dapat menyebabkan kerusakan pankreas karena ketika mi instan dikonsumsi bersama dengan nasi, keduanya dicerna menjadi gula atau amilum. Semakin banyak gula atau amilum yang diolah, semakin berat kerja pankreas. Akibatnya, pankreas mengalami kelelahan dan fungsinya melemah. Kalau pankreas tidak lagi berfungsi, ada kemungkinan timbulnya diabetes.

Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal (alodokter.com). Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita diabetes. Pada tahun 2013, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8,5 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (dikutip dari Federasi Diabetes Internasional). Tetapi kurang dari 50% dari mereka yang menyadarinya (alodokter.com).

Bahaya akibat diabetes juga cukup banyak, di antaranya menimbulkan penyakit jantung, kerusakan sistem saraf, kerusakan mata, kerusakan ginjal, cacat kaki, infeksi kulit, gangguan pendengaran, pikun.

lustrasi @alzafa.com

Lantas, bolehkah mi instan dikonsumsi? Berkaitan dengan ini, dr. Jati Satriyo dalam di laman alodokter.com menyarankan, mi instan tidak terlalu sering dikonsumsi (dibatasi). Karena kurangnya gizi yang dikandung mi instan, dr. Jati Satriyo lebih lanjut menjelaskan, penyeimbangan gizi mi instan ketika akan dikonsumsi dapat dilakukan dengan menambahkan beberapa bahan tambahan seperti telur, ayam, jamur, wortel, kacang-kacangan, dan bahan alami lainnya. Jika mungkin, jangan gunakan seluruh bumbu mie instan.
foto:vebma.com

Mari, jaga kesehatan Anda!
Artikel Terkait

Comments

Popular Posts