Skip to main content

TERBARU

Rahasia Hidup Sehat Ala Rasulullah [Bagian Pertama]

Rasulullah memiliki pola hidup sehat yang luar biasa sehingga dalam catatan sejarah, seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah sakit dua kali. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Karena pola hidup sehat Rasulullullah yang luar biasa, banyak orang menirunya, seperti aktor laga dunia berkebangsaan Belgia, Jean-Claude Van Damme.
Van Damme seorang aktor yang terkenal karena aksi bela dirinya di setiap film laga. Di usia yang 55 tahun, tubuhnya masih sangat prima. Ini tampak dari setiap gerakan bela diri yang ia bintangi dalam film laganya di saat usianya yang tak muda lagi.
Untuk mencapai kebugaran tubuh, Van Damme ternyata punya cara yang tak terduga. Dalam sebuah isi wawancara, ia mengaku mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad saw. dalam hal pola makan. “Bacalah. Temuan-temuan dari muslim, banyak hal baik (di situ). Nabi Muhammad sangat cerdas,” ungkap Van Dam…

Tentang Makmeugang

Ilustrasi @rocketnews.com

Puasa tinggal menghitung hari. Umat Islam di Aceh menyambutnya dengan sukacita. Menjelang Puasa, masyarakat Aceh menyambutnya dengan makmeugang. Ini tradisi indatu orang Aceh dan telah mengakar dalam diri orang Aceh sejak dulu hingga kini.

Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh berupa memasak daging bersama keluarga, kerabat, dan yatim piatu. Tradisi makmeugang boleh dikatakan hanya dilaksanakan oleh orang Aceh. Di mana pun berada, rutinitas ini tetap dilakukan oleh orang Aceh, baik menjelang Puasa maupun Lebaran.

Makmeugang sering pula disebut meugang, ada pula yang menyebut makmugang. Berkaitan dengan istilah makmeugang, belum diketahui secara pasti alasan disebut makmeugang.

Ada sebagian ahli bahasa Aceh, seperti Alm. Prof Budiman Sulaiman, menyebutkan, makmeugang berasal dari kata makmugang. Kata ini terdiri dari kata makmu dan gang. Makmu berarti makmur, sedangkan gang berarti lorong-lorong di dalam kampung. Jadi, bila merujuk pada dua makna kata itu, dapat dikatakan bahwa dua hari menjelang Puasa semua masyarakat Aceh yang tinggal di gang-gang, lorong-lorong menjadi makmur karena ada penyembilahan sapi atau kerbau.

Alasan tersebut dikaitkan dengan sejarah makmeugang zaman kerajaan dulu. Menurut sejarah, meugang telah ada sejak masa kerajaan Aceh. Raja Aceh ketika itu, yaitu Sultan Iskandar Muda (1607-1636 Masehi) memotong hewan dalam jumlah banyak, lalu mewajibkan para uleebalang mendata rakyat miskin, janda-janda, dan anak yatim untuk dibagikan daging secara gratis kepada seluruh rakyatnya. Ini dilakukan sebagai wujud syukur atas kemakmuran rakyat ketika itu dan rasa terima kasih kepada rakyat. Pembagian daging tersebut menyebabkan rakyat miskin, janda, dan anak yatim menjadi makmu di setiap lorong dan gang.

Meugang atau makmeugang, menurut sebagian masyarakat Aceh di gampông, dapat dibagi dua, yaitu meugang kantô (meugang ubit) dan meugang gampông (meugang rayek). Meugang kantô menurut pemahaman sebagian masyarakat Aceh adalah meugang yang dilakukan oleh orang-orang kantor, baik swasta maupun negeri. Pelaksanaan meugang kantô adalah dua hari sebelum Puasa.

Meugang gampông adalah meugang yang dilakukan oleh orang-orang di kampung. Meugang ini berlangsung sehari sebelum Puasa. Di antara kedua meugang itu, meugang gampông-lah yang paling ‘meuceuhu’. Dalam meugang gampông ini pula sebagian masyarakat memanfaatkannya untuk makan sepuasnya, ‘Bu si kai, ie si kay, ngop jantông, gadöh akai’. Selamat meugang![]
Artikel Terkait

Comments

Popular Posts