Skip to main content

TERBARU

Ingin Pindah Homebase ke PTS/PTN Baru? Begini Caranya!

Senin, 18 Maret 2019, saya menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian sebagai dosen di PTS lama tempat saya mengajar selama lebih kurang enam tahun. Sejak saat itu pula saya resmi tidak lagi menjadi bagian dari sivitas akademika kampus tersebut.
Pemberhentian saya sebagai dosen di kampus swasta tertua di Aceh itu bukan tanpa alasan. Saya diberhentikan dengan hormat sebab telah lulus sebagai CPNS di kampus negeri sebagai dosen juga tentunya.
Setelah menerima surat lolos butuh dan SK pemberhentian, saya diarahkan oleh pihak kampus untuk mengambil surat rekomendasi perpindahan homebase di LLDIKTI XIII. Hari itu juga saya menuju ke lembaga yang dulunya dikenal dengan Kopertis 13. Tujuannya, mengurus surat rekomendasi pindah homebase.
Saya berinisiatif untuk mengurus surat rekomendasi segera mengingat lamanya proses pengurusan dan jauhnya PTN tempat saya lulus dengan kampus tempat saya mengajar dulu dan dengan LLDIKTI XIII. PTN tempat saya lulus dengan LLDIKTI XIII di Banda Aceh jar…

Tahu tentang Artis Apa Pentingnya?

Iustrasi @m.caping.co.id

Apa pentingnya kehidupan artis buat saya? Pastinya jawaban saya, “Nggak penting sama sekali.” Inilah jawaban saya manakala ada orang menanyakan pada saya, siapa nama artis pulan, anaknya berapa, kapan dia bercerai, mengapa dia bercerai, mengapa istrinya dua, dan beragam pertanyaan sampah lainnya.

Jawaban sama juga saya muntahkan pada orang-orang yang bertanya kepada saya tentang kehidupan artis. Bagi saya kehidupan setiap artis berikut seluk beluknya nggak penting buat hidup saya. Dia kawin, bercerai, nggak kawin-kawin, bukan urusan saya. Nggak ada pengaruh sama sekali bagi hidup saya. Kalau si artis bercerai, bercerailah. Emang saya pikirin. Si artis kawin baru sekali atau berkali-kali, kawinlah. Nggak ada urusan juga dengan saya. Nama artis pulan siapa, nama suaminya siapa? Memang penting buat saya? Nggak penting, sangat nggak penting, sampah!

Bagi saya, tahu kehidupan artis bukanlah kewajiban, nggak penting. Tidak ada kewajiban sama sekali untuk mengetahui kehidupan mereka. Tidak pula ada imbalan apa pun bagi saya setelah saya mengetahui kehidupan mereka. Hidup mereka, ya hidup mereka. Hidup saya, ya hidup saya.

Itu pula yang menjadi alasan saya tidak pernah suka menonton infotainment. Liputan tentang pekerjaan mereka, tentang keinginan mereka punya banyak anak, tentang perceraian mereka, tentang perselingkuhan mereka, tentang pacar mereka, tentang makanan mereka, tentang cara mereka memasak, semua itu tidak penting bagi saya. 

Namun, kehidupan mereka menjadi penting buat saya manakala mereka menebarkan sesuatu yang positif dan bermanfaat, bukan hanya untuk hidup saya, melainkan untuk semua orang.

Adakah artis yang seperti ini? Tentu saja ada. Ada artis yang aktif dalam kegiatan sosial. Dia aktif menggalang dana untuk membantu orang susah, termasuk saudara-saudara saya di Palestina, di Siria. 
Dia bahkan langsung ke Palestina memberikan bantuan, melihat kondisi di sana. Ada juga artis yang mewakafkan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid.

Nah, terlepas dari apa niatnya, artis begini yang bermanfaat bagi hidup saya dan saya merasa perlu tahu tentang dia, termasuk mencontoh gebrakannya itu. Lantas, kehidupan pribadinya bagaimana? Apakah saya perlu tahu? Jawabannya, lagi-lagi tidak. Kehidupan pribadinya urusan dia, bukan urusan saya. Nggak penting!

Tidak semua tentang kehidupan orang lain perlu kita tahu. Tidak semua urusan orang lain menjadi urusan kita. Biarkan mereka menjalani hidupnya, begitu pula kita yang sejatinya harus menjalani hidup kita sendiri. Tidak ada ruhinya sama sekali ketika kita tidak tahu kehidupan mereka. Kita tidak akan diazab untuk itu. 

Namun demikian, kehidupan mereka bukan berarti tidak ada yang tidak dapat kita contoh. Selama itu baik dan bermanfaat positif bagi kita, ikutilah asalkan tidak bertentangan dengan agama. Namun, tutuplah telinga atau mata manakala ada berita tidak baik tentang mereka. Kalaupun didengar, cukuplah kita yang dengar, tidak perlu membahasnya dengan orang lain atau menjadikannya sebagai topik ngerumpi bersama teman.

Mengapa demikian? Jawabnya, karena semua itu tidak penting, sampah!


Artikel Terkait

Comments

Popular Posts