Skip to main content

TERBARU

Rahasia Hidup Sehat Ala Rasulullah [Bagian Pertama]

Rasulullah memiliki pola hidup sehat yang luar biasa sehingga dalam catatan sejarah, seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah sakit dua kali. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Karena pola hidup sehat Rasulullullah yang luar biasa, banyak orang menirunya, seperti aktor laga dunia berkebangsaan Belgia, Jean-Claude Van Damme.
Van Damme seorang aktor yang terkenal karena aksi bela dirinya di setiap film laga. Di usia yang 55 tahun, tubuhnya masih sangat prima. Ini tampak dari setiap gerakan bela diri yang ia bintangi dalam film laganya di saat usianya yang tak muda lagi.
Untuk mencapai kebugaran tubuh, Van Damme ternyata punya cara yang tak terduga. Dalam sebuah isi wawancara, ia mengaku mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad saw. dalam hal pola makan. “Bacalah. Temuan-temuan dari muslim, banyak hal baik (di situ). Nabi Muhammad sangat cerdas,” ungkap Van Dam…

Tahu tentang Artis Apa Pentingnya?

Iustrasi @m.caping.co.id

Apa pentingnya kehidupan artis buat saya? Pastinya jawaban saya, “Nggak penting sama sekali.” Inilah jawaban saya manakala ada orang menanyakan pada saya, siapa nama artis pulan, anaknya berapa, kapan dia bercerai, mengapa dia bercerai, mengapa istrinya dua, dan beragam pertanyaan sampah lainnya.

Jawaban sama juga saya muntahkan pada orang-orang yang bertanya kepada saya tentang kehidupan artis. Bagi saya kehidupan setiap artis berikut seluk beluknya nggak penting buat hidup saya. Dia kawin, bercerai, nggak kawin-kawin, bukan urusan saya. Nggak ada pengaruh sama sekali bagi hidup saya. Kalau si artis bercerai, bercerailah. Emang saya pikirin. Si artis kawin baru sekali atau berkali-kali, kawinlah. Nggak ada urusan juga dengan saya. Nama artis pulan siapa, nama suaminya siapa? Memang penting buat saya? Nggak penting, sangat nggak penting, sampah!

Bagi saya, tahu kehidupan artis bukanlah kewajiban, nggak penting. Tidak ada kewajiban sama sekali untuk mengetahui kehidupan mereka. Tidak pula ada imbalan apa pun bagi saya setelah saya mengetahui kehidupan mereka. Hidup mereka, ya hidup mereka. Hidup saya, ya hidup saya.

Itu pula yang menjadi alasan saya tidak pernah suka menonton infotainment. Liputan tentang pekerjaan mereka, tentang keinginan mereka punya banyak anak, tentang perceraian mereka, tentang perselingkuhan mereka, tentang pacar mereka, tentang makanan mereka, tentang cara mereka memasak, semua itu tidak penting bagi saya. 

Namun, kehidupan mereka menjadi penting buat saya manakala mereka menebarkan sesuatu yang positif dan bermanfaat, bukan hanya untuk hidup saya, melainkan untuk semua orang.

Adakah artis yang seperti ini? Tentu saja ada. Ada artis yang aktif dalam kegiatan sosial. Dia aktif menggalang dana untuk membantu orang susah, termasuk saudara-saudara saya di Palestina, di Siria. 
Dia bahkan langsung ke Palestina memberikan bantuan, melihat kondisi di sana. Ada juga artis yang mewakafkan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid.

Nah, terlepas dari apa niatnya, artis begini yang bermanfaat bagi hidup saya dan saya merasa perlu tahu tentang dia, termasuk mencontoh gebrakannya itu. Lantas, kehidupan pribadinya bagaimana? Apakah saya perlu tahu? Jawabannya, lagi-lagi tidak. Kehidupan pribadinya urusan dia, bukan urusan saya. Nggak penting!

Tidak semua tentang kehidupan orang lain perlu kita tahu. Tidak semua urusan orang lain menjadi urusan kita. Biarkan mereka menjalani hidupnya, begitu pula kita yang sejatinya harus menjalani hidup kita sendiri. Tidak ada ruhinya sama sekali ketika kita tidak tahu kehidupan mereka. Kita tidak akan diazab untuk itu. 

Namun demikian, kehidupan mereka bukan berarti tidak ada yang tidak dapat kita contoh. Selama itu baik dan bermanfaat positif bagi kita, ikutilah asalkan tidak bertentangan dengan agama. Namun, tutuplah telinga atau mata manakala ada berita tidak baik tentang mereka. Kalaupun didengar, cukuplah kita yang dengar, tidak perlu membahasnya dengan orang lain atau menjadikannya sebagai topik ngerumpi bersama teman.

Mengapa demikian? Jawabnya, karena semua itu tidak penting, sampah!


Artikel Terkait

Comments

Popular Posts