Skip to main content

TERBARU

DAFTAR KEMENTERIAN YANG TELAH MENGUMUMKAN FORMASI CPNS 2018

BERIKUT INI ADALAH DAFTAR KEMENTERIAN/INSTANSI YANG TELAH MENGUMUMKAN FORMASI CPNS 2018

1. KEMENDIKBUD
2. KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
3. KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI (KEMENRISTEKDIKTI) 2018
4. KEMENTERIAN KEUANGAN

Mengenal Junk Food dan Bahayanya

Ilustrasi @emaksuper.com
Junk food adalah makanan rendah gizi. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Dengan kata lain, junk food mengandung nilai lemak yang besar, rendah serat, banyak mengandung garam, gula, lemak, kalori tinggi, dan zat aditif, tetapi rendah nutrisi, rendah vitamin, rendah mineral, dan rendah serat (lifestyle.okezone.com).
Junk food diyakini sebagai salah satu makanan cepat saji yang membawa dampak buruk bagi kesehatan kalau terus-menerus dikonsumsi.

Dampak buruknya bagaimana? Dilansir oleh Daily Mail, bahaya junk food dapat berefek pada kematian. Selain itu, hasil penelitian yang diterbitkan di dalam Journal of the Academy of Nutrition and Diatetics juga menyebutkan, junk food meningkatkan risiko kanker pada wanita. Ini karena tingginya kalori pada junk food.
Lebih lanjut, dalam jurnal tersebut disebutkan, mengonsumsi makanan yang tinggi kalori menyebabkan peningkatan sepuluh persen risiko kanker yang terkait dengan obesitas pada wanita dengan berat badan yang normal.

Junk food juga menyebabkan terjadinya penyakit diabetes. Ini karena tubuh menyerap asupan makanan junk food yang menyebabkan stress berlebihan pada metabolism tubuh sehingga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin yang benar (hallosehat.com). Karena junk food tidak memiliki kandungan serat, konsumsi secara langsung menghasilkan lonjakan kadar gula sehingga menyebabkan obesitas yang selanjutnya terjadilah diabetes.

Junk food juga menyebabkan munculnya masalah pada sistem pencernaan. Saat mengonsumsi junk food yang digoreng, kandungan minyaknya akan tersimpan dalam dinding lapisan perut. Hal ini dapat meningkatkan produksi asam. Lalu, rempah-rempah yang ada di dalamnya dapat mengiritasi lapisan lambung sehingga memperburuk risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux) dan gangguan pencernaan.

Masih banyak risiko lain yang ditimbulkan junk food seperti kelelahan dan kelemahan, depresi, fluktuasi kadar gula dalam darah, mempengaruhi fungsi otak, peningkatan risiko penyakit jantung, peningkatan risiko ganguan ginjal, merusak hati, masalah pada kulit dan tulang (hallosehat.com).

Dikutip dari hallosehat.com, menurut salah seorang ahli gizi di Mumbai Selatan dan di Cumballa Hill Hospital yang bernama Dr Niti Desai, “Junk food memang mungkin murah, mudah tersedia, lebih cepat untuk memasak dan lezat, tetapi jenis makanan tersebut justru malah berdampak bahaya bagi kesehatan. Bukan hanya kekurangan nutrisi penting bagi tubuh, tetapi juga memberikan kontribusi untuk beberapa penyakit berbahaya. Pilihan untuk kembali mengikuti pola hidup sehat mencakup pilihan makanan yang lebih alami dan lebih sehat.” Beliau menyarankan untuk mengurangi asupan makanan olahan agar hidup kita lebih sehat.

Apa saja makanan junk food? Dikutip dari lifestyle.okezone.com, berikut 10 makanan junk food menurut World Health Organization (WHO).

Gorengan
Gorengan mengandung kalori tinggi, kandungan lemak atau minyak dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, penyakit jantung koroner.
Dalam proses menggoreng banyak terbentuk zat karsiogenik, di mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak atau sedikit mengonsumsi makanan gorengan.

Makanan Kalengan
Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitamin hampir seluruhnya dirusak. Kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang.
Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pankreas. Bersamaan dengan tingginya kalori dapat menyebabkan obesitas.

Asinan
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, yang dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal.

Bagi pengonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dapat terjadi. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan.
Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir lemabung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinu mengonsumsi makanan asin kemungkinan dapat terkena radang lambung dan usus.

Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dan sebagainya)
Mengandung garam nitrit yang dapat menyebabkan kanker juga mengandung pengawet atau pewarna yang memberatkan beban hati.

Makanan dari daging berlemak dan jeroan
Meski mengandung protein yang baik, vitamin dan mineral, dalam daging berlemak dan jeroan mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung.
Makan jeroan bintang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara dan lainnya.
Selain sepuluh makanan di atas, makanan-makanan berikut ini juga junk food dan sebaiknya tidak dikonsumsi terus menerus.

Mi instan
Mi instan merupakan salah satu makanan yang paling banyak digemari karena rasanya yang enak, praktis dalam penyajian dan rasa kenyang yang didapat sama dengan mengkonsumsi nasi. Saat merasakan lapar karena alasan nasi yang belum masak, orang cenderung akan mengganti nasi dengan mengonsumsi mi instan.

Hampir seluruh kalangan menyukai mi instan mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sebagian lanjut usia.Pengonsumsian mi instan secara berlebih bisa menimbulkan berbagai macam penyakit di kemudian hari, efek dari pengonsumsian mi instan yang berlebih memang baru akan terasa dalam jangka waktu yang cukup lama.

Permasalah kesehatanpenyakit yang mungkin diderita akibat terlalu berlebihan mengonsumsi mi instan ialah gangguan fungsi ginjal yang disebabkan oleh kandungan garam pada mi instan yang sangat tinggi. Penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) juga bisa diderita sebagai akibat kandungan garam yang sangat tinggi dalam mi. Mengandung bahan pengawet yang tidak baik bagi kesehatan. Kadar garam di dalam mi instan dapat menyebabkan beratnya beban ginjal serta meningkatkan tekanan darah. Selain itu mi instan juga mengandung trans lipid yang mengakibatkan gangguan di pembuluh darah jantung.

Makanan yang dibakar atau dipanggang
Makanan yang dibakar atau dipanggang dapat menyebabkan gosong dan zat yang terjadi dapat memicu terjadinya penyakit kanker.

Keju olahan
Terlalu sering mengonsumsi keju olahan mengakibatkan meningkatnya berat badan dan meningkatnya kadar gula darah.

Makanan manisan kering
Makanan ini mengandung garam nitrat dan bila bergabung di dalam tubuh akan menghasilkan zat karsiogenik. Selain itu zat tambahan pada makanan ini berupa zat esen dapat merusak fungsi hati. Kadar garam yang tinggi di dalam makanan ini juga mampu meningkatan risiko penyakit hipertensi dan mengganggu kinerja ginjal.
Makanan manis beku
Makanan beku seperti es krim, cake beku dan sejenisnya mengandung mentega tinggi sehingga bisa mengakibatkan obesitas dan kadar gula yang tinggi dapat mengakibatkan berkurangnya nafsu makan.
+++
Cara Hindari Junk Food
Berikut ini tips menghindari junk food yang saya kutip dari hallosehat.com 
Pertama, konsumsi beras merah sebagai pengganti nasi putih karena beras merah dipercaya mengandung lebih banyak serat yang selain dapat membuat perut kenyang, tapi juga memberikan asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh.

Kedua, Konsumsi gandum/oat, karena gandum banyak memiliki kandungan serat, protein, asam lemak yang baik, bahan kimia tanaman, vitamin, dan mineral seperti tembaga, besi, seng dan magnesium yang membuat sarapan lebih sempurna.

Kedua, konsumsi buah-buahan serta menghindari jus kemasan, hal ini dikarenakan jus kemasan mengandung banyak pengawet dan bahan kimia yang membuatnya tidak sehat. Selain itu, untuk membuat tekstur jus sangat halus, semua bagian yang kaya serat akan dihilangkan selama pemrosesan. Jadi, ketika minum jus kemasan, itu berarti kita menambah asupan gula dalam tubuh. Sebaliknya, jus buah gantikan dengan buah-buahan segar utuh. Mereka akan meningkatkan asupan serat dengan manfaat tambahan vitamin.

Ketiga, konsumsi sayuran berdaun seperti bayam, selada termasuk dalam makanan kaya serat yang tinggi akan membantu mengurangi kadar gula darah. Pastikan Anda menyertakan setidaknya satu porsi yang kaya akan protein, baik itu dal, kacang-kacangan, telur atau ikan ke dalam menu harian.[]

Artikel Terkait

Comments

Popular Posts