Skip to main content

TERBARU

Rahasia Hidup Sehat Ala Rasulullah [Bagian Pertama]

Rasulullah memiliki pola hidup sehat yang luar biasa sehingga dalam catatan sejarah, seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah sakit dua kali. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Karena pola hidup sehat Rasulullullah yang luar biasa, banyak orang menirunya, seperti aktor laga dunia berkebangsaan Belgia, Jean-Claude Van Damme.
Van Damme seorang aktor yang terkenal karena aksi bela dirinya di setiap film laga. Di usia yang 55 tahun, tubuhnya masih sangat prima. Ini tampak dari setiap gerakan bela diri yang ia bintangi dalam film laganya di saat usianya yang tak muda lagi.
Untuk mencapai kebugaran tubuh, Van Damme ternyata punya cara yang tak terduga. Dalam sebuah isi wawancara, ia mengaku mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad saw. dalam hal pola makan. “Bacalah. Temuan-temuan dari muslim, banyak hal baik (di situ). Nabi Muhammad sangat cerdas,” ungkap Van Dam…

Sensasi Ie Seu-um

*oleh Murdani Abdullah

HAMPARAN hutan serta rumput berwarna hijau terbentang luas sepanjang perjalanan. Langit biru dengan gugusan awan putih hilir mudik.

Lokasi jalan sedikit sepi hari itu. Hanya ada beberapa sepeda motor yang melintas setiap lima menit.
Di kiri-kanan jalan terbentang hutan lebat yang ditumbuhi pohon jemblang dan kelapa. Ada juga tumbuhan perdu dan tanaman hutan lainnya. 

Setelah menempuh jarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh atau sekitar satu jam perjalanan, kami akhirnya tiba di Desa Ie Seu-um, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 24 Januari 2015.


Berjarak sekitar 3 kilometer dari Ibu Kota Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, desa ini memiliki objek wisata pemandian Ie Seu-um atau air panas yang cukup terkenal.

Untuk masuk ke lokasi air panas atau Ie Seu-um, setiap pengunjung dikenakan tarif Rp3 ribu per orang atau Rp5 ribu per sepeda motor. Tarif ini jauh lebih murah dibandingkan dengan lokasi wisata lainnya di Provinsi Aceh.

Biarpun terletak di lembah, tempat wisata Ie Seu-um ternyata dilengkapi fasilitas yang cukup lengkap. Ada musala, beberapa kios kecil yang menjual makanan ringan, lokasi permainan anak, kolam renang air panas, serta sejumlah fasilitas lainnya.

Beberapa anak terlihat asyik berseluncur di lokasi permainan, sedangkan para orang tua memantau aktivitas anak-anak tadi dalam jarak hanya beberapa meter.

Tak jauh dari lokasi permainan anak-anak, ada kawah kecil. Uap panas berisi belerang muncul dari celah-celah batu. Lokasi ini sering dijadikan tempat merebus mi instan dan telur.

“Ini seakan jadi rutinitas para pengunjung saat datang ke sini. Telur dan mi dijual oleh pedagang di sini. Namun mohon plastiknya jangan dibuang sembarangan,” ujar Lilis, 43 tahun, salah seorang pedagang di sana.

Menurutnya, pengunjung biasanya memadati Ie Seu-um pada hari hari libur atau akhir pekan, sedangkan pada hari-hari biasa relatif sepi,” ujar warga Krueng Raya ini.

Untuk mandi air panas, kata Lilis, pengunjung dapat masuk ke kompleks kolam renang. “Airnya sudah dihangatkan dan bersih karena memang dijaga dengan baik,” ujarnya sambil menunjuk ke arah kolam renang air panas.

Di lokasi ini, kolam renang air panas dibagi beberapa bagian. Ada kolam renang khusus untuk pria, wanita, serta ada juga untuk anak-anak.

“Ini bagian dari penegakan syariat Islam juga. Jadi pengunjung bisa mandi tanpa risi bercampur antara laki-laki dan perempuan,” kata Rahmad, salah seorang petugas di pintu masuk.

Untuk bisa berendam di air panas, pengunjung cukup membayar Rp5 ribu per orang, kecuali anak-anak.

“Ini hanya untuk ongkos perawatan. Di tempat-tempat lain malah lebih mahal,” ujarnya tersenyum.
Di kolam laki-laki, hanya ada beberapa pengunjung yang sedang berenang.

Di sudut kiri, seorang remaja terlihat berendam sambil melihat pergerakan gugusan awan putih di langit. Dari kolam ini juga terdengar suara jangkrik hutan yang bersahutan silih berganti.

Suasananya sangat alami. Dari kolam renang, pengunjung juga dapat melihat hamparan pohon hijau layaknya permadani alam.

Sekitar 30 menit berendam, tiga pria dewasa masuk dengan memapah seorang lelaki yang belakangan diketahui bernama Tio Suherda. Tubuhnya kurus dan kakinya lumpuh setelah kecelakaan yang menimpanya setahun yang lalu.

“Kami membawanya ke sini untuk terapi. Siapa tahu bisa sembuh seperti semula,” ujar Imran, keluarga Tio.

Yusli, 23 tahun, penjaga objek wisata Ie Seu-um, mengatakan permandian ini memang sering digunakan oleh pengunjung untuk terapi. Banyak warga dari dalam dan luar daerah yang menggunakan cara pengobatan tradisional tersebut.

“Banyak warga yang mengobati penyakit lumpuh di sini. Mereka datang tiga sampai tujuh kali berturut-turut untuk mandi dan merendam kaki di kolam ini,” ujarnya.

Menurutnya, banyak warga yang datang untuk terapi ke Ie Seu-um mengaku kesehatannya berangsur membaik. “Kalau yang seperti abang tadi (Tio-red) awalnya tidak bisa berbicara. Kini sudah bisa berbicara. Ini bukan bermaksud promosi,” katanya.

+++

Hari sudah mulai sore saat kami meninggalkan lokasi Ie Seu-um. Namun, pengunjung masih datang silih berganti. Mayoritas bermaksud berendam untuk menghilangkan lelah setelah beraktivitas selama sepekan. Ada juga yang datang untuk terapi penyakit.


Yusli masih sibuk melayani tamu. Keramahannya menunjukkan warga sekitar sangat mendukung aktivitas di objek wisata Ie Seu-um.[]

Sumber: The Atjeh Post
Artikel Terkait

Comments

Popular Posts